Ini saya ceritakan pengalaman langka saya ketika melakukan perjalanan ke pedalaman. Saya adalah pegawai BUMN yang mempunyai jaringan hingga ke pelosok Indonesia. Salah satu tugas saya adalah melakukan inspeksi/pemeriksaan kantor cabang. Kantor cabang ini letaknya tidak hanya di kota saja namun terkadang berada di pelosok pedalaman terpencil........
Ini saya ceritakan pengalaman langka saya ketika melakukan perjalanan ke pedalaman. Saya adalah pegawai BUMN yang mempunyai jaringan hingga ke pelosok Indonesia. Salah satu tugas saya adalah melakukan inspeksi/pemeriksaan kantor cabang. Kantor cabang ini letaknya tidak hanya di kota saja namun terkadang berada di pelosok pedalaman terpencil.
Beberapa waktu yang lalu saya memeriksa kantor cabang yang berada di kota kecamatan di pedalaman Kalimantan Timur yaitu di Sangkulirang. Jaraknya dari Samarinda ibukota Kaltim sekitar 8 jam perjalanan darat dan bila dengan kapal ditempuh dalam waktu 1 malam. Untuk kali ini saya menggunakan jalur darat berangkat pagi hari jam 6 dan sampai di sana sekitar jam 3 sore. Setelah melakukan pemeriksaan, saya dan teman saya langsung pulang kembali ke Samarinda karena kuatir kalau terjadi hujan maka ada bagian jalan yang menjadi becek yang tidak bisa dilewati dan kami bisa bermalam ditengah hutan.
Dalam perjalanan pulang itu, mobil disopiri oleh teman saya dan saya berada disampingnya. Sekitar pukul 8 malam kami melewati hutan didaerah antara Bengalon dan Sangatta (Sangatta ibukota Kab. Kutai Timur tempat perusahaan batubara terbesar didunia, KPC). Di kegelapan malam yang sepi tiba-tiba didepan kami di jarak sekitar 200 meter ada cahaya terang warna putih yang terbang dari sebelah kiri ke kanan. Cahaya itu seperti lampu neon putih yang terang dan terbang mendatar selama beberapa detik kemudian menghilang. Saya dan teman saya memperhatikan cahaya tersebut dan saya bilang itu bintang jatuh. Bintang jatuh adalah fenomena alam yang biasa terlihat dimalam hari bila ada meteor yang memasuki atmosfer bumi, bergerak dari posisi tinggi ke lebih rendah yang meluncur dengan warna coklat kekuningan yang makin lama mengecil dan habis.
Tapi yang kami lihat malam itu adalah cahaya putih yang terang dan terbang mendatar. Keesokan harinya teman saya yang asli Kalimantan menjelaskan bahwa yang kami lihat tadi malam adalah 'kuyang' sejenis hantu berwujud kepala manusia yang terbang sedang mencari makanan berupa darah. Kalau ada yang pernah lihat film Thailand, kuyang digambarkan dengan hantu kepala perempuan cantik dengan usus yang terburai terbang keliling desa.Sayang saya tidak sempat memotretnya sehingga tidak bisa menunjukkan gambarnya. Kalau dipotret katanya akan terlihat bentuk aslinya.
Saya jadi penasaran akan kejadian itu. Apalagi kemudian teman saya bilang bahwa setelah melewati daerah itu ditengah hujan gerimis (saya mengantuk dan tertidur) dia melambatkan laju mobil karena ada seorang nenek tua berjalan lambat menunduk disebelah kanan sementara di sebelah kiri ada badan jalan yang longsor dan berlobang ditepi jurang. Kami menduga bila mobil tetap melaju maka kemungkinan besar akan masuk lobang dan terjun ke jurang. Dan nenek tua itu adalah makhluk jadi jadian yang bisa membuat kami masuk ke jurang.Sampai saat ini saya penasaran dan katanya kalau kita melihat atau merasakan kehadiran makhluk halus maka indra keenam kita akan merasakan kehadirannya dengan salah satu cirinya adalah bulu kuduk berdiri (merinding). Dan saya saat itu tidak merinding... apakah karena saya mengantuk ya....? Wallahualam bissawab
09 September 2009
FENOMENA MISTERIUS : HANTU KAH YANG SAYA LIHAT ?
PEMILU DEMOKRATIS BAGI RAKYAT
Akhir-akhir ini banyak orang bicara mengenai pemilihan umum. Memang sedang nge-tren disamping juga mulai dekat waktunya dengan even besar yang sebentar lagi jadi hajatan bangsa. Dari rakyat biasa sampai tokoh masyarakat dan pejabat tinggi bersuara mengenai pelaksanaan pemilihan umum baik pemilihan anggota legislative maupun pemilihan presiden/wapres. Dinamika pemilu membuat perjalanan hidup sebagai bangsa menjadi semakin bergebyar meriah dan memberikan banyak optimistis baru datangnya perubahan dan perbaikan kehidupan. Pemilihan umum ini dilaksanakan sebagai bentuk aktualisasi proses dari suatu negara untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya secara demokratis. Demokrasi dianggap sebagai cara yang paling reliable untuk meningkatkan kemakmuran yang melibatkan seluruh rakyat.
Istilah demokrasi sendiri secara harfiah berasal dari bahasa Yunani kuno abad ke 5 SM. Kata demokrasi berasal dari 2 kata yaitu ‘ demos’ dan kratos/kratein. Demos berarti rakyat dan kratos/kratein berarti pemerintahan, sehingga demokrasi diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau sering juga diartikan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pemerintahanan yang demokratis dianggap berhasil bila keputusan politik yang dihasilkan melibatkan mayoritas pendapat dari rakyat. Hasil pendapat itu tentunya bersifat dominan artinya hasil dari pemilihan umum yang ditetapkan dari suara rakyat terbanyak harus diakui sebagai kondisi yang memiliki legitimasi yang kuat selama masa tertentu, 5 tahun misalnya.
Masa bakti selama itu harus dimaksimalkan untuk memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya terhadap rakyat pemilih melalui implementasi janji-janji yang disuarakan semasa kampanye. Janji adalah hutang. Dan rakyat memilih lebih karena janji yang dilontarkan, bukan karena sudah mengenal orang yang nama atau fotonya terpampang dipinggir jalan, baliho ataupun mass media. Oleh karena itu janji-janji yang memudahkan rakyat untuk hidup dan berusaha serta mewujudkan ekonomi yang murah biasanya sangat mudah mendulang dukungan. Namun apakah janji-janji itu bisa direalisasikan oleh calon terpilih tentunya ini tergantung dari kapabilitas, aksesabilitas dan dukungan dari pihak terkait serta kondisi riil yang dihadapi.
Seorang calon anggota legislative dari awal harus sudah mempunyai strategi untuk mewujudkan janji-janji kampanyenya. Jangan sampai yang bersangkutan masih gelap akan situasi yang dihadapi, bersikap nanti bae saja setelah terpilih atau apatis dengan konsekuensi yang meyertai apabila terpilih karena diawal persiapan dan saat pertarungan memperebutkan dukungan rakyat sudah penuh dengan kompromi-kompromi politik dengan tim suksesnya.
Sementara itu ditingkat grassroot, masyarakat hanya bisa merasakan perbaikan bila terdapat perubahan keadaan dari kondisi sehari-hari yang dirasakan. Mereka akan peka merasakan bila suatu barang naik sedikit harganya atau sulit mendapat barang kebutuhan pokok yang semestinya mudah didapat. Kondisi yang dihadapi akan selalu dibanding-bandingkan dengan situasi sebelumnya, apakah lebih mudah atau semakin sulit. Masyarakat kecil berharap harga sembako murah, sekolah murah dan biaya kesehatan murah. Mereka ikut memilih karena mengharapkan kondisi kehidupan yang lebih mudah sehingga mereka bisa menata hidup untuk lebih sejahtera lagi. Secara umum masyarakat bawah sangat realistis dalam menggantungkan harapan adanya perbaikan kepada para wakil rakyat yang dipilihnya.
Pemilu yang menyerap dana yang besar dapat menjadi sangat kontra produktif bila hasil yang diharapkan bisa dinikmati rakyat banyak tenyata tidak bisa segera diwujudkan karena keterbatasan kemampuan para anggota legislative, kepala daerah ataupun presiden untuk segera merealisasikannya. Bila ini terjadi maka pada pemilu berikutnya hanya akan menciptakan sikap apatis rakyat terhadap proses pemilu. Hal demikian tentunya tidak dikehendaki. Oleh karena itu partai politik dalam memunculkan kadernya untuk ‘dilombakan’ dalam pemilu tentu harus selektif menampilkan kadernya yang berkualitas. Kualitas disini bisa diukur berdasarkan background pendidikan, karier politik dipartainya maupun bukti-bukti sepak terjangnya yang sudah dirasakan rakyat banyak. Jangan hanya manampilkan caleg yang populer saja. Partai politik juga harus ikut bertanggung jawab memberikan rakyat pilihan caleg yang bisa diberikan amanah untuk mewujudkan janji kampanye yang sudah di declare-kan.
Hajatan pemilu yang gebyar meriah nantinya - tidak hanya melibatkan rakyat banyak saja tetapi juga pengorbanan dana, tenaga dan waktu para caleg dan parpol- tentunya harus menghasilkan komposisi anggota legislative dan parpol (dan juga presiden) yang bisa secara maksimal mewujudkan peningkatan kesejahteraan ekonomi dan situasi yang kondusif untuk menjalankan proses pembangunan sektor yang lain. Kita tidak ingin hasil pemilu yang akan datang tidak memberikan harapan baru kehidupan yang lebih baik karena parlemen diisi oleh orang-orang yang tidak capable dan tidak kompeten.
Bagi rakyat kecil, pemilu yang demokratis adalah pemilu yang nantinya bisa menciptakan kondisi bagi rakyat merasakan nikmatnya realisasi janji-janji kampanye. Namun mereka banyak yang tidak mengenal calegnya, banyak yang buta dengan riwayat caleg. Disinilah posisi parpol menjadi penting. Hanya parpol yang dipercaya rakyat-lah yang akan dipilih oleh para konstituen. Oleh karena itu membangun image parpol yang bersih, kredibel dan bertanggung jawab sangat penting. Penunjukkan seseorang menjadi caleg suatu partai adalah proses genting internal partai. Jangan sampai suatu parpol dicap sebagai parpol preman atau parpol semau gue. Parpol preman karena diisi oleh orang-orang yang ber-image buruk, atau parpol semau gue karena sasarannya yang penting menang bagaimanapun caranya.
Semoga rakyat kecil bisa memilih caleg yang tepat dan partai yang amanah. Dan semoga juga partai politik bisa menyodorkan daftar caleg yang kredibel dan berkompeten, yang siap menang dan juga siap kalah. Sehingga apapun pilihan rakyat, hasilnya adalah rakyat yang menang. Rakyat yang bisa hidup dan berusaha dengan tenang dan aman, bisa menyekolahkan anaknya dengan leluasa dan tidak selalu dihadapkan dengan harga barang yang tidak stabil. ***
22 Desember 2008
WISDOM PROVERB
Frank Outlaw :
Watch your thoughts, they become words.
Watch your words, they become actions.
Watch your actions, they become habits.
Watch your habits, they become character.
Watch your character, it becomes destiny.
Chinese Proverb :
If you want one year of prosperity, grow grain. If you want ten years of properity, grow trees. If you want one hundred years of prosperity, grow people.
David Jaquith :
Good result without good planning come from good luck, not good management.
Peter F. Drucker :
Objective are not fate; they are direction. They are not commands; they are commitment. They do not determite the future; they are means to mobilize the resource and energies of the bussiness for the making of the future.
NN :
Destiny is not matter of chance; it is a matter of choice. It is not a thing to be waited for; it is a thing to be achieved. Baca Selengkapnya ......
About me :
- guswantoro
- Blog ini akan berisi campursari berbagai ide, harapan dan informasi baik dari pengalaman pribadi maupun kutipan dari sumber lain. Semoga bermanfaat untuk kemaslahatan semuanya.
